Toleransi sebagai Kunci Perdamaian Antar Umat Beragama

Oleh: Muhammad Syariful Anam

Negara Indonesia merupakan negara yang majemuk baik dari segi suku, adat, bahasa, dan agama. Sebagai negara yang pluralistis tentu tidak heran jika Indonesia terdapat agama-agama besar seperti Islam, Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen. Dari kemajemukan inilah perlu adanya toleransi dan rasa saling menghargai yang tinggi.

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari toleransi atau toleran sendiri ialah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Toleransi inilah yang menjadi kunci bangsa Indonesia dalam menjaga kesatuan dan persatuan antar umat beragama.

Meski demikian tidak jarang pula masih sering terjadi perselisihan yang akhirnya menimbulkan konflik antar agama. Seperti yang dikabarkan oleh Merdeka.com bahwasanya pada awal Februari 2018 lalu, terdapat tiga pelanggaran yang cukup serius. Di antaranya, pembubaran kegiatan bakti sosial Gereja Katolik St Paulus Pringgplayan, Bantul, Yogyakarta, pengusiran seorang biksu di Tangerang, Banten, dan penyerangan di Gereja Katolik St Lidwina, Trihanggo, Sleman. Konflik-konflik seperti inilah yang dapat memecah belah dan merusak keharmonisan antar agama.

Penyebab munculnya konflik antar agama yaitu kurangnya pengetahuan para pemeluk agama baik agamanya sendiri dan agama lain, rendahnya rasa saling pengertian terhadap perbedaan pendapat, kecurigaan terhadap agama pihak lain, serta para pemeluk agama yang tidak mampu mengontrol diri sehingga tidak menghormati agama lain bahkan memandang rendah agama lain.

Hal-hal semacam itulah yang seharusnya kita cegah, salah satunya ialah dengan kembali meningkatkan sikap toleransi kita khususnya dalam menyikapi berbagai macam perbedaan keyakinan. Karena kita hidup di negara yang sangat plural dan beraneka ragam salah satunya adalah agama. Sehingga perlu ada yang menjembatani antar agama satu dengan agama yang lain agar dapat hidup rukun dan saling berdampingan.

Jika toleransi tidak diterapkan di Indonesia, tentunya kasus-kasus intoleransi akan semakin sering terjadi. Perselisihan-perselisihan yang akan menimbulkan pertikaian antar agama tidak dapat dibendung. Jika kejadian tersebut terjadi terus-menerus, maka yang ada di Indonesia hanyalah kerusuhan demi kerusuhan. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika ini terus terjadi, Indonesia 20 atau 30 tahun yang akan datang hanya tinggal sebuah nama.

Jadi kita hidup di Indonesia ini tidak akan pernah terlepas dari perbedaan, serta kita mampu merawat perbedaan, saling menghargai, saling membantu, dan sebagainya, maka kita akan hidup nyaman, aman, damai, dan sejahtera. Sehingga toleransi dapat dikatakan sebagai kunci perdamaian antar umat beragama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *