Pembangunan 300 Rumah BSPS Paguat Disoal

PORTALPANUA.COM- Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2016 di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato menuai masalah.

Pasalnya, pembangunan bantuan 300 rumah yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar miliaran rupiah itu tidak tuntas pekerjaanya.Bahkan, dilaporkan adannya dugaan penyelewengan anggaran dalam proyek tersebut.

Reaksi tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Paguat di kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo, Selasa (21/3).

Dalam aksi yang dipimpin langsung Fahri Paramani selaku Koordinator Lapangan (Korlap) itu, mahasiswa membawa pamflet yang bertuliskan kalimat mempertanyakan kinerja Dinas PU Provinsi Gorontalo terhadap program BSPS yang tidak tuntas.

Ada juga kalimat yang menyebutkan bahwa program BSPS hanya jadi petakan dan fatamorgana bagi masyarakat di Kecamatan Paguat. Bahkan, di famplet lain juga bertuliskan kaliman meminta proyek BSPS itu diusut tuntas oknum pelaksana program yang disinyalir menyelewengkan anggaran APBN.

Dalam orasinnya Fahri Paramani mengungkapkan bahwa rata-rata bangunan rumah yang berasal dari program BSPS tahun anggaran 2016 sejumlah 300 unit itu tidak ada yang tuntas. Pekerjaanya hanya sampai pada dinding rumah dan tidak beratap.

Bahkan, lantai rumah tersebut masih tanah. Sementara masyarakat penerima program BSPS itu sudah tidak memiliki dana untuk melanjutkan lagi pembangunan rumah tersebut. “Kalau memang program ini hanya untuk rehab rumah.

Kenapa kok ada oknum yang memaksa masyarakat penerima bantuan untuk membangun baru mulai dari pondasi. Buntutnya uang habis, rumah tersebut tidak bisa ditempati. Secara otomatis bantuan ini sia-sia dan uang negara merugi begitu saja,”tandas Fahri.

Untuk itu Fahri meminta agar pemerintah dalam hal ini dinas PU Provinsi selaku pelaksana program untuk bisa meneyesaikan permasalahan tersebut agar nasib masyarakat tidak terkatung-katung.

Menjawab hal itu Kepala Dinas PU Provinsi Gorontalo Henry Djuuna mengatakan, pihaknya berterima kasih atas laporan dari mahasiswa tersebut dan akan menindaklanjutinya dengan membentuk tim untuk menginvestigasi langsung apa yang menjadi permasalahan di lapangan.

“Kamis tim akan turun untuk kroscek lapangan. Terkait adanya oknum yang menyelewengkan anggaran dari program BSPS tersebut jika benar adannya atau terbukti. Maka tentu saya akan merekomendasikan untuk diproses hukum.

Saya tidak ingin program untuk masyarakat kurang mampu ini dikotori oleh perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab,”tandasnya.

SUMBER :HarGo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *