Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Untuk Siapa?

PORTALPANUA.COM-Siapa yang tidak tahu mengenai sila ke-2 Pancasila kita? Menjadi dasar dari setiap kehidupan masyarakat bangsa Indonesia untuk selalu hidup dengan mengutamakan rasa keadilan bagi semua orang. Namun, apakah Sila ke-2 ini sudah benar-benar teraplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Apakah kemanusiaan yang adil dan beradab sudah benar-benar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Indonesia?

Pada dasarnya, sila ke-2 dari Pancasila, mengandung beberapa poin penting yang seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan untuk hubungan yang harmonis ditengah masyarakat. Beberapa poinnya adalah,

a). Pengakuan adanya harkat dan martabat manusia dengan sehala hak dan kewajiban asasinya;

b). Perlakuan yang adil terhdap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam sekitar dan terhadap Tuhan;

c). Manusia sebagai makhluk beradab atau berbudaya yang memiliki daya cipta, rasa, karsa dan keyakinan.

Sebagai warga negara, kita memang memiliki hak untuk medapatkan keadilan dalam bentuk apapun. Baik sebagai konsumen, penyedia jasa, pekerja, pemberi kerja, dan lain-lain. Semua warga masyarakat kedudukannya sama dan berhak untuk mendapatkan keadailan yang sama.

Devinisi kata keadilan sendiri adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai suatu hal, menyangkut benda maupun orang (Wikipedia).

Nilai-nilai Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab ini ternyata mendapat penjabaran dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 di atas, antara lain dalam Pasal 5 ayat (1) sampai ayat (3); Pasal 6 ayat (1) sampai ayat (2) dan Pasal 7 ayat (1) sampai ayat (2). Dalam Pasal 5 ayat (1) dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat; dalam ayat (2) dikatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup; dalam ayat (3) dinyatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam Pasal 6 ayat (1) dikatakan, bahwa setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup dan dalam ayat (2) ditegaskan, bahwa setiap orang yang melakukan usaha dan/ atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Dalam Pasal 7 ayat (1) ditegaskan, bahwa masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup; dalam ayat (2) ditegaskan, bahwa ketentuan pada ayat (1) di atas dilakukan dengan cara :

  • Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan;
  • Menumbuhkembangkan kemampauan dan kepeloporan masyarakat;
  • Menumbuhkan ketanggapsegeraan masya-rakat untuk melakukan pengwasan sosial;
  • Memberikan saran pendapat;
  • Menyampaikan informasi dan/atau menyam-paikan laporan

Nah sobat, dari siapa dan kepada siapa keadilan itu harus dilaksanakan? Baru-baru ini berita mengenai akan bebasnya seorang tahanan tersangka teroris menjadi perbincangan hangat. dengan dalih kemanusiaan, beberapa orang sangat mendukung keputusan ini, namun tak sedikit juga yang memprotes dengan pertimbangan perasaan para korban tindakan terorisme tersebut. Pada dasarnya, rasa keadilan dan sikap keadilan seharusnya dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan orang lain disekitar kita, sangat mempengaruhi seberapa besar kita mengetahui, mengenal, dan mengamalkan sila ke-2 dari Pancasila.

 

 

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *