Jatuh dan Bangkit Lagi, Sampai Kapan?

PORTALPANUA.COM Temen saya nanya, “bro, kamu pernah jatuh gak? Seberapa sakit?”, “berkali-kali, tapi ya setelah itu harus bangkit lagi.” jawabku dengan santai sambil mengambil roti kembung yang dijajakan di warkop langgananku. Entah jatuh yang seperti apa yang dimaksud oleh temanku itu, namun aku yakin yang dimaksud oleh teman saya itu adalah jatuh dalam dosa atau melakukan sesuatu yang dilarang oleh ajaran agama.

Iya sob, kita sebagai manusia memang gudangnya khilaf. Tidak ada seharipun dalam kehidupan kita tanpa melakukan kesalahan dan kekhilafan. Mulai dari ketika kita bangun di pagi hari hingga mau beristirahat dimalam hari, satu atau dua kesalahan, baik secara sengaja maupun tidak, pasti kita lakukan. Nah kalau ‘pelanggaran berat’ gimana, berapa kali kita jatuh didalamnya dan kemudian bangkit lagi? Korupsi, pornografi, perzinahan, atau hal yang lainnya? Berapa kali kita bisa jatuh kedalam kubangan itu dan kemudian bangkit lagi? Berapa banyak khilaf lagi?

baca juga : Amal perbuatan (seseorang) tidak akan membuatnya masuk surga, bahkan Rasulullah?

Kalo kata temanku, ya itu permasalahan yang mudah, ya kalo jatuh tinggal minta ampun lagi dan bangkit lagi. Seandainya segampang itu (tertawa masam). Kalo semuanya segampang itu, ya gak perlu ada aturan dari Tuhan untuk menghalangi manusia melakukan kesalahan demi kesalahan. Gak perlu ada aturan yang membatasi perilau menyimpang, dan gak perlu ada agama yang membuat manusia jadi bisa memilah dan membedakan mana yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan. Benar bahwa manusia gudangnya salah dan khilaf, tidak ada seorang manusiapun yang sempurna, itu benar. Bahkan dalam beberapa kisah Nabi, mereka juga melakukan kesalahan yang membuat hati Tuhan sedih.

Balik lagi, kita wajib merenungkan pertanyaan ini, “berapa kali kita jatuh dan bangkit lagi? Sampai kapan?” saya rasa ini menjadi perenungan kita bersama dimana kita sebagai manusia masih saja terlena dengan kenyamanan yang Tuhan berikan, dan kemudian dengan dalih kita menyembah Tuhan yang Maha Pemberi ampun, kita terus saja melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendakNya. Ketika korupsi ya tinggal minta ampun saja, lakukan hal baik sebanyak-banyaknya supaya pahala bisa terkumpul untuk menghapuskan dosa, bersedekah, dan lain-lain.

baca juga : Sejarah dan Kebohongan

Jika hal itu yang kita pikirkan, maka kita sedang menipu Tuhan. Kita sedang mempermainkan Tuhan dengan segala tindakan kita. Kita perlu bertobat dan segera kembali ke jalan yang benar. Berhenti melakukan kesalahan, atau setidaknya berusahalah untuk menjadi manusia ciptaan Tuhan yang berguna dan memu menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menjadi pembawa kebaikan dan kedamaian bagi sesama. Jika kita tidak mempu berbuat kebaikan, minimal kita tidak menyusahkan orang lain.

Kita berdosa, ditegur oleh orang disekeliling kita, minta ampun kepada Tuhan, namun tetap melakukan kesalahan yang sama, kita sedang mempermainkan Tuhan. Jangan kita pikir Tuhan senang dengan ‘permainan’ jatuh-bangkit yang sedang kita mainkan, aka nada masanya dimana teguran dari Tuhan akan menghampiri kita dan kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawannya.

Ingat, kita bisa saja menipu manusia, akan tetapi kita tidak bisa menipu Tuhan.

DerielHD

National Media Coordinator at PT. International Fokus Media, Aktivis dan Penggiat Media, Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *