Kejatisu Segera Umumkan Kasus Korupsi TSS Madina

PORTALPANUA.COM ( KORANRADARONLINE.co.id): Setelah lama tak ada perkembangan kasus Taman Raja Batu dan Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang sempat menjadi teki-teki publik, akhirnya akan terjawab.

Konon kabarnya penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati) Sumut sudah menemukan titik terang, dan akan segera menetapkan tersangka dalam kasus yang menghabiskan dana miliaran dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2015.

“Tim penyidik akhirnya menemukan adanya kerugian negara dalam proyek tersebut. Meski agak sulit namun kita sudah menemukan adanya unsur kerugian negara, dan segera akan kita umumkan tersangkanya,” tegas Aspidsus Kejati Sumut Agus Salim, Senin (10/12/2018), sesuai dilansir dari orbit, belum lama ini.

Penyelidikan terhadap proyek pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri – Siri melewati proses audit oleh pihak BPKP Sumut dan hasilnya telah ditemukan adanya kerugian negara. Namun pihak Kejati Sumut tetap enggan membeberkan siapa nama para tersangka yang akan segera ditetapkan penyidik.

Sebelumnya penyidik Kejatisu sudah melakukan pemeriksaan untuk dimintai keterangan terhadap ‎sejumlah pejabat di Pemkab Madina. Hingga berita ini dilansir Humas Pemkab Madina belum dapat dikonfirmasi.

Sementara itu, ditempat berbeda LSM LAKRI telah menindaklanjuti kasus tersebut melalui surat laporan yang disampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Sumut. Mereka mengatakan telah melaporkan kembali kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada tanggal 28 Desember 2017 dengan pelapor Saudara Ahmad Yasin Nasution (LSM LAKRI).

Asmaruddin Nasution (anggota masyarakat), As Imran Khaitami Daulay, SH/Anggota DPRD/Anggota Banmusy dan Shahriwan Nasution/Kocu (Anggota DPRD Kab. Mandailing Natal/Anggota Banggar).

Atas laporan tersebut kemudian dilakukan pemanggilan oleh Tim pemeriksa yang dibentuk Kajati dibawah Pimpinan Jaksa Polim Siregar, SH dengan no: Hp.08139674XXXX/WA 08126914XXXX kepada beberapa terperiksa antara lain PIt. Sekdakab, Kepala Bappeda, PIt. Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, PLT. Kadis Pemuda dan Olah Raga. PIt. Kadis Perumahan dan Pemukiman, dan Kabid Asset.

Demikian dikatakan Henri Husein Nasution kepada KORAN RADAR GROUP, Sabtu (15/12/2018). Mengingat banyaknya pejabat yang terperiksa, dengan rasa panik dan kalut oknum pejabat teras Mandailing Natal, sehingga mengeluarkan Maklumat tanggal, 14 Februari 2018 tentang pendanaan Tapian SiRI-siRI Syariah dan Taman Raja Batu.

“Maklumat ini dipampangkan di Bilboard Jalan Protokol Kelurahan Sipolu-Polu dan Depan Taman Raja Batu di pinggir jalan Protokol tepatnya di depan Komplek Perkantoran Bupati dan juga kepada beberapa teman pers juga disampaikan beliau tentang pembangunan kedua taman tersebut berasal dari beliau sendiri,” ujar Henri.

Kami yang mewakili masyarakat mohon kepada KPK untuk dapat mengambil alih persoalan tersebut agar Hukum dapat menjadi Panglima, mengingat sampai saat ini tidak ada titik terang penuntasannya di Kajati Sumatera Utara, ujar Henri Husein Nasution.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *