Disperikanlut Terus Genjot PAD

Amrin Umar  : “Hingga akhir September sudah mencapai 600 Juta”

MARISA,  (PORTAL PANUA) – Dinas Perikanan dan Kelautan (Disperikanlut)  Kabupaten Pohuwato tidak main-main dalam menggenjot (Pendapatan Asli daerah (PAD) melalui sector yang mendominasi Kabupaten yang berada diujung Barat Gorontalo tersebut.

Kadis Perikanan dan Kelautan Pohuwato Amrin Umar ketika berbincang dengan awak PP, Senin (16/10)  mengakui langkah tersebut dimaksimalkannya setelah dirinya dipercayakan memimpin instansi  yang selama ini PADnya terus dikritisi karena sangan minim.

““Hingga akhir September sudah mencapai 600 Juta. Dan kami optimis   PAD kami melampaui target yang ada, dan insya Allah kami merasa optimis dengan itu.” Ungkap alumni Fakultas Perikanan Universitas Sam Ratulangi tersebut.

Amrin menjelaskan, sejak dirinya menakhodai Dinas Perikanan dan Kelautan Pohuwato, banyak langkah strategis yang diambilnya dalam kerangka menggenjot PAD, diantaranya  melakukan langkah persuasif dengan mendatangi  para pengusaha perikanan sekaligus menjemput retribusi yang menjadi kewajiban mereka sesuai yang diatur dalam perda dan diperkuat melalui Perbup.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, dan mendapat apresiasi dari semua pengusaha yang bergerak pada  sector perikanan laut dan darat.” Terang Amrin tenang, sambil meminta bila  data hasil PAD akan diberikannya secara valid sehingga akan dapat diketahui  hasil capaian PAD hingga akhir  bulan September 2017.

Masih  kata Amrin, pihaknyapun terus mengevaluasi pos retribusi yang ada di wilayah perbatasan dengan meminimalisasi pungutan liar (pungli) yang tidak masuk kekantong PAD yang selama ini sering diabaikan.

“Bersama tim saya selalu turun setiap saat melakukan evaluasi dan monitoring terhadap semua yang berpotensi menghasilkan PAD.” Kata pejabat yang selalu membuka diri dengan para wartawan tersebut.

Amrinpun menjelaskan, untuk meningkatkan hasil pendapatan para nelayan banyak program yang telah digelontorkan oleh pemerintah daerah melalui pemberian bantuan diantaranya alat tangkap serta perahu viber yang sudah tersebar di seluruh kecamatan yang berada dipesisir laut.

“insya Allah 2018 nanti akan lebih dipacu lagi sehingga tak akan ada lagi nelayan miskin khususnya yang ada di Kabupaten Pohuwato.”Tandasnya.

Disinggung perahu viber yang dikerjakan oleh putera-putera daerah dan berlokasi di Wonggarasi, Amrin menambahkan semuanya berjalan sesuai  mekanisme dan bahkan dirinya terus melakukan pengawasan langsung.

“Alhamdulillah tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena semuanya sesuai  RAB dan standar serta mutu.” Terang Amrin datar.

Pantauan PP dilapangan, khusus pos retribusi yang ada diwilayah perbatasan Molosifat Kecamatan Popayato, tampak petugas dinas Perikanan melaksanakan tugasnya dengan baik meskipun beban dan tanggung jawab meningkatkan hasil PAD menjadi prioritas utama.(PP-Guf/D001)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *