Bayar Iuran BPJS, Untuk (si) apa ?

PORTALPANUA.COM Hari baru, awal yang baru untuk beraktifitas. Suasana di rumah kopi begitu indah, sedikit berkabut karena asap rokok yang mengebul dari hampir semua pengunjung, namun tetap indah karena diwarnai dengan canda tawa dan pembicaraan yang menyenangkan. Tiba-tiba ada teman yang nyeletuk, “saya malas bayar iuran BPJS ah, untuk apa? Saya gak pernah pake.”

Sepintas, apa yang diucapkan oleh teman saya itu ada bnarnya. Benar bahwa kita yang tidak sakit terus menerus bayar iuran bulanan, sementara tidak pernah menggunakan fasilitas kesehatan yang dimaksud. Benar bahwa saat ini kita memang diharuskan untuk menjadi peserta BPJS baru bisa mengurus beberapa dokumen penting seperti paspor, sim, dan lain-lain. Kita seakan ‘dipalak’ untuk kepentingan orang lain.

Apa benar? Mari kita bahas dengan lebih terperinci, supaya kita semua bisa mendapatkan iformasi yang lebih jelas mengenai BPJS dan bagaimana manfaatnya.

Apa itu BPJS? Mulai beroperasi sejak 01 Januari 2014, BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya, sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Ketenagakerjaan. (sumber)

Siapa saja yang bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan? Tentunya seluruh masyarakat Indonesia. Mengikuti BPJS kesehatan sekali lagi merupakan kewajiban meskipun sobat sudah memiliki asuransi kesehatan lainnya.

Ada berapa kelompok penerima atau pengguna BPJS Kesehatan? Secara umum, ada dua kelomok penerima manfaat dari BPJS Kesehatan. Yang pertama adalah mereka yang masuk dalam kelompok PBI (Penerima Bantuan Iuran) atau mereka yang secara ekonomi masuk dalam kategori fakir miskin atau kurang mampu yang penyalurannya diatur dengan Undang-undang dan dibayarkan oleh pemerintah melalui JKN atau Program Jaminan Kesehatan Nasional. Selain itu, mereka yang cacat total juga masuk dalam kelompok ini. Sementara kelompok kedua adalah mereka yang secara ekonomi mampu dan dikategorikan sebagai kelompok bukan PBI. Siapa saja yang masuk dalam kelompk ini?

  1. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya. Yang masuk dalam kelompk ini adalah mereka yang bekerja dan menerima upah dari si pemberi upah seperti PNS (Pegawai Negeri Sipil), anggota TNI, anggota Polri, dan juga Pejabat Negara.
  2. Bukan pekerja penerima upah dan keluarganya, atau yang bekerja secara pribadi atau sendiri dan yang tidak terikat dengan pemberi upah yang masuk dalam kategori bukan pekerja penerima upah.
  3. Bukan pekerja dan anggota keluarganya, Sedangkan yang termasuk kategori bukan pekerja adalah investor, pemberi kerja, penerima pensiun, dan bukan pekerja lain yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah.
  • Yang termasuk kategori bukan pekerja adalah : Investor; Pemberi Kerja; Penerima Pensiun; Veteran; Perintis Kemerdekaan; Janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan; dan Bukan Pekerja yang tidak termasuk huruf a sd e yang mampu membayar iuran.

Lantas kemana uang iuran BPJS kita pergi kalau kita tidak atau belum menggunakannya? Ini mungkin yang menjadi pertanyaan hampir seluruh masyarakat Indonesia ketika berbicara mengenai kewajiban untuk membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya. Memang, BPJS Kesehatan bukanlah sebuah asuransi kesehatan yang menawarkan layanan investasi seperti asuransi swasta lainnya, jadi tidak ada yang namanya iuran yang kita berikan itu akan kembali sekian persen dalam kurun waktu tertentu. (bisa mengetahui secara lengkap disini)

BPJS Kesehatan sendiri menerapkan sistem gotong-royong atau subsidi silang bagi penggunanya. Bagaimana sistim itu bekerja, ya pada prinsipnya yang kaya mensubsidi (membantu) yang kurang mampu. Contohnya, jika disuatu daerah di Indonesia ada saudara kita yang kurang mampu yang mengidap sakit kanker dan wajib untuk kemoterapi. Sementara biaya untuk satu kali kemoterapi bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta rupiah. Tentunya dengan tingkat ekonominya, dia tidak mampu untuk membayar biaya tersebut dan akhirnya pasrah saja menerima keadaannya. Nah disinilah BPJS Kesehatan mengambil perannya untuk meringankan beban saudara kita tersebut, tentunya melalui iuran yang kita bayarkan setiap bulannya.

Dengan sedikit uang iuran yang kita bayarkan setiap bulannya, secara tidak langsung kita sudah membantu meringankan beban hidup saudara-sadara kita yang berkesusahan. Benar bahwa jika kita hitung-hitungan secara manusia, maka biaya iuran bulanan akan teraas besar, apalagi jika diakumulasikan sesuai jumlah anggota keluarga kita. Tapi sekali lagi, mari kita melihat secara luas bahwa dengan adanya BPJS kita yang secara ekonomi dikategorikan mampu memiliki wadah atau fasilitas resmi yang disediakan oleh peperintah untuk saling membantu satu dengan yang lainnya.

Dan lagi, bukannya sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu? Tuhan yang Maha Memberi Rejeki sudah memberikan berkah yang luar biasa untuk kita nikmati bersama keluarga, bukankah akan jauh lebih memuliakan Tuhan jika kita membagikan sedikit dari rejeki itu untuk membantu saudara-saudara kita yang berkekurangan, dalam hal ini melalui iura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *