Makanan Instan Tidak Berhubungan Langsung Dengan Kanker

PORTALPANUA.COM – Makanan instan tidak berhubungan langsung sebagai penyebab penyakit kanker, kata dokter spesialis bedah digestif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia Jakarta Raya (IKABDI Jaya), Ibrahim Basir.

“Makanan instan berhubungan langsung dengan kanker itu belum ada buktinya. Yang hampir pasti berhubungan konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat,” kata Ibrahim dalam acara forum komunikasi media mengenai kanker usus besar yang diselenggarakan perusahaan farmasi PT Roche Indonesia di Jakarta.

Hal tersebut diungkapkannya guna menanggapi pandangan masyarakat yang melihat bahwa makanan instan, seperti mie instan mengandung vetsin dan bahan pengawet sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyakit kanker.

Ibrahim menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi makanan instan dan kanker, terutama kanker usus besar, belum dapat dibuktikan.

Dia mencontohkan dengan masyarakat di Jepang yang banyak mengonsumsi mie instan, namun hal tersebut tidak kemudian berbanding lurus dengan jumlah penderita kanker usus besar.

Dokter spesialis bedah pencernaan dari Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang, Banten, Arnold Simanjuntak, juga menjelaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara makanan instan dan kanker kolorektal atau usus besar.

Namun, bukan berarti masyarakat dapat bebas mengonsumsi makanan instan mengingat hal tersebut dapat menurunkan daya tahan otot-otot dan sel usus.

Konsumsi makanan instan menyebabkan konsumsi makanan padat berkurang, sehingga membuat otot dan sel usus kurang “olahraga” dan menjadi lemah.

“Mie instan sebagai penyebab kanker tidak juga, tetapi tetap dianjurkan untuk konsumsi makanan alami. Anjuran memakan makanan yang natural penting agar melatih usus supaya memiliki daya tahan lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, Arnold juga tidak menganjurkan masyarakat mengonsumsi makanan instan setiap hari karena kandungan gizinya yang kurang lengkap bagi kebutuhan tubuh.

“Sebaiknya konsumsi makanan instan pada keadaan tertentu saja, dan tetap dianjurkan untuk menambahnya dengan sayuran, daging, atau telur untuk melengkapi empat sehat lima sempurna agar lebih bermanfaat bagi tubuh,” ucapnya.

SUMBER: Berita antara.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *